Menu ✖

Mode Gelap
 

Daerah · 5 Oct 2026 04:51 WIB ·

Polisi Gelapkan Mobil, Polres Lutra Diduga “Abaikan” Laporan Warga


 Polisi Gelapkan Mobil, Polres Lutra Diduga “Abaikan” Laporan Warga Perbesar

LUTRA,PIJARRAKYAT – Kasus penggelapan mobil yang diduga dilakukan oknum polisi inisial GN, tugas di Polres Luwu Utara (Lutra) hingga detik ini belum ada perkembangan.

Tercatat sudah sebulan lebih berproses di meja penyidik, namun pelapor dalam hal ini korban belum mendapatkan kepastian hukum.

“Sudah satu bulan lebih kami melapor tapi kami belum menerima kabar bagaimana proses hukum kasus ini. Jangan-jangan karena oknum polisi yang terlapor sehingga ada dugaan main mata,” kata Saripa, mengeluh kepada Indeksmedia, Senin (05/10/2026).

Sementara itu, Kasi Propam Polres Lutra, AKP Burhanuddin Karim, mengatakan laporan tersebut masuk di Tindak Pidana Umum (Pidum) bukan di Unit Propam.

“Saya sudah cek, laporannya di Unit Pidum bukan di Propam. Tapi, terkait dengan GN sepengetahuan kami memang orangnya seperti itu sepertinya bawaan (penyakit),” kata Burhanuddin, menanggapi.

Kronologi terjadinya penggelapan. Begini ceritanya, GN awalnya menawar mobil ke warga Mappideceng, dengan harga Rp22.500.

Setelah kedua belah pihak sepakat, GN meminta kepada pemilik mobil yakni Saripa (39) agar mobil tersebut terlebih dulu dibawa ke bengkel.

Saripa menyetujui permintaan GN. Sayang, ketika Saripa menghubungi GN, yang bersangkutan (GN) tidak menggubris bahkan semua pesan WhastApp yang dikirim diabaikan.

Saripa kemudian mendatangi bengkel yang dimaksud, dengan dalih mempertanyakan status mobil tersebut.

Anehnya, pemilik bengkel menyebut jika kendaraan tersebut telah dibelinya dari GN dengan harga Rp22.500.

Baik Saripa maupun pemilik bengkel, akhirnya bersepakat melaporkan kasus tersebut ke Polres Lutra.

Bukti laporan polisinya yakni Nomor: STTLP/B/225/VIII/2026/SPKT/SPKT/POLRES LUWU UTARA POLDA SULAWESI SELATAN.

“Awalnya, dua bulan lalu saya menggunggah mobil sedan Baleno di Facebook dengan harga Rp27 juta. Memang mobil itu saya ingin jual. Kemudian, ada tetangga saya bernama Eko datang dan mengatakan ada seseorang yakni GN katanya mau beli mobil tersebut. Akhirnya, pertemuan dan kesepakatan terjadi,” kata Saripa, mengeluh kepada Indeksmedia, Kamis (01/10/2026).

Setelah melihat-lihat kendaraan di rumah, lanjut Saripa GN meminta untuk dibawa ke bengkel sembari dicek kerusakan.

“Saya menyetujuinya, beberapa saat kemudian GN menghubungi saya dan kami sepakat harga Rp22.500. Namun, sampai hari ini GN belum membayarnya kepada saya dan GN tidak bisa lagi dihubungi, akhirnya saya laporkan GN ke Polres Lutra. Yang saya tahu, GN ini polisi,” bebernya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Ketum PP IMWAL Desak Pemda Luwu dan APH Tuntaskan Tiga Persoalan di Walmas

19 October 2026 - 11:35 WIB

Staf Ahli Pemkot Palopo Sebut Tiga Tempat Sakral Lahirnya Pemimpin Kedatuan Luwu

19 October 2026 - 11:15 WIB

Warga Basse Sangtempe Luwu Butuh Support dari Pemda

15 October 2026 - 19:46 WIB

Soal Batas Luwu-Torut di Basse Sangtempe, Pemda Luwu Dinilai Lemah

15 October 2026 - 18:40 WIB

Luwu Raya Darurat Asap, Ketika Hak Menghirup Udara Bersih Mulai Terabaikan

14 October 2026 - 17:54 WIB

Pemerhati Sebut Mutasi Pemkab Luwu “Suka-suka Gua”

14 October 2026 - 15:38 WIB

Trending di Daerah