ALMARHUM Kengke, korban yang diduga terkena papporo saat bentrok di Palangeran Palopo, Jumat !09/10/2026).
PALOPO,PIJARRAKYAT – Muhammad Tri alias Kengke, dikabarkan meninggal dunia, Jumat (09/10/2026).
Kabar tersebut beredar usai bentrok antar kelompok pemuda dari Kelurahan Buntu Datu dengan Kelurahan Batu Walenrang (Batwal) Kota Palopo kembali pecah.
Sekira pukul 17.28 Wita hingga pukul 17.39 Wita, Kengke yang dikenal selalu tampil didepan, langsung dikabarkan meninggal dunia.
Informasi meninggalnya Kengke, juga diketahui dari keluarga dan kerabatnya di Intalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Sawerigading Kota Palopo, sore tadi.
Saat bentrokan berlangsung, terpantau kedua kelompok menggunakan senjata api rakitan jenis papporo, busur panah dan beberapa senjata rakitan lainnya.
Saling balas tembakan berlangsung masif dan redah saat satu orang tumbang di tengah jalan.
Diduga kuat, korban terkena peluru senjata rakitan jenis Papporo.
“Iye, Kengke yang diduga meninggal kena senjata rakitan dibagian dada,” kata anggota Polsek Telluwanua, Aipda Erwin membenarkan kejadian di TKP, sore tadi.
Teman korban di lokasi kompak menggotong dan membawanya ke IGD RSU Sawerigading untuk penanganan medis.
Karena luka parah yang dialami, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang menangani.
Setelah kabar meninggalnya korban tersebar, situasi di depan IGD langsung dipadati warga.
Tangis histeris keluarga dan teman korban di dalam IGD tak terbendung.
Dokter di IGD menyebutkan bahwa Kengke meninggal dunia diduga akibat luka di dada kiri.
“Ada luka di dada kirinya, tadi sempat dibantu oksigen,” kata dokter di IGD yang ditemui, seperti yang dilansir media online Palopopos, sore tadi.
Pasca kejadian, jajaran Polres Palopo mengerahkan personelnya dan memberlakukan siaga penuh.
Hingga pukul 18.45 Wita, jenazah almarhum Kengke masih ditempatkan di kamar jenazah rumah sakit.












Leave a Reply